Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘oneshoot’ Category

AFRAID OF LOVE

Author                        :           Devia Hardianti

                                                 Shofa Wiranata

Facebook                    :           Devia Hardianti Sparkyu ChoKyuHyun

Cast                            :            Lee donghae

                                                Lee Hyuk Jae

                                                Cho Kyuhyun

                                                Shofa Sparta Princeton a.k.a Hwang Soo Ra

                                                Devia Hardianti a.k.a Shin Hee Gi

Genre                         :           romance, sad

Song                            :           F.I.X _ a fraid of love

                                                Super junior  Donghae_First Love

:: QUOTES ::

“ Ternyata aku baru sadar dia begitu berharga bagikusaat dia tak disisiku lagi, tanpa dirinya hidupku tanpa air mata dan tanpa tawa dan semua itu begitu terasa hampa”

   -Hwang Soo Ra-

 

“ Bila Tuhan memberiku satu kesempataningin kuulang semuanya, tapi takdir tidak mengizinkankumelakukannya”

   -Lee Donghae-

 

“Bila kau mau menerimaku, aku ingi menjadi senyum dan tangis diwajahmu yang akan menbuat hidupmu berwarna”

   -Lee Hyuk Jae-

 

 

 

—————–happy reading

 

Seoul , 2 april 2011

 

Hari ini aku dan Hee Gi sedang berada di salah satu mall terbesar di Seoul. Kami akan membeli hadiah ulang tahun untuk teman kami Lee hyuk jae. Teman satu SMA, meskipun dia adalah sunbae kami, tapi dia sangat dekat dengan kami sampai sekarang. Bahkan aku dan hyuk jae satu fakultas yaitu fakultas tehnik arsitektur di Kyunghee University.

Aku masuk ke toko arlogi terkenal di Seoul sedangkan Hee Gi pergi ke toko sebelahnyayang menjual kamera digital. Entahlah apa yang ia beli untuknya. Begitu masuk toko arlogi aku di sapa lembut oleh pramuniaga. Aku mulai memilih-milih arlogi keren, tapi semua keren dan unik wajar saja toko ini amat terkenal. Tiba-tiba mataku melirik satu buah arlogi digital keren berwarna hitam terpajang di tengah toko, aku langsung menyambarnya. Tapi entah kenapa, ada satu tangan lain yang juga menyambar arlogi yang sama.

“ini milikku” ucapku.

“aniyo, aku duluan yang memegang arlogi ini nona, jadi ini milikku, kau cari saja arlogi lain, lagipula arlogi ini untuk seorang namja sedangkan kau kan adalah seorang yeoja, jadi ini milikku, arraseo?’

“ani, aku yang sampai dan memegang arlogi ini duluan, lebih baik kaulah yang mengalah tuan. Kau ini adalah seorang namja dan aku yeoja. Mengalahlah sedikit”

‘ani, aku tidak akan mengalah” kami saling tarik-menarik arlogi itu. sampai akhirnya arlogi yang kami perebutkan itu terjatuh.

“omona, ottokhaeyo?”ucapku panik.

“ya,,ini salahmu, jika saja tadi kau mau mengalah padaku, arlogi ini tidak akan jatuh”

“hmmm hmmmm” suara deheman datang dari suatu tempat. Dan ku lihat ternyata sudah ada di belakangku dan ternyata ia adalah pemilik toko ini. Nampaknya dia marah.

“merusak berarti membeli! Apa kalian tidak tau arlogi ini sangat mahal dan ini juga limited edition. Ini adalah arlogi satu-satunya yang tersisa. Bagaimanapun kalian berdua harus ganti rugi atas hal ini, arraseo?” ucapnya tega.

Wajah ahjumma pemilik toko ini begitu mengerikan. Apa boleh buat aku hanya mengiyakan saja, aku tidak mau membuat masalah lagi. Pada akhirnya aku berunding dengan namja yang belum ku kenal itu untuk ganti rugi.

_Hwang Soo Ra pov end_

XXX

Kona Beans, 4 april 2011     20.25 KST

 

Hari ini tepat ulang tahun dari Lee Hyuk Jae. Dia merayakan ulang tahun dengan menyewa kafe milik temannya Cho Kyuhyun. Semua temannya diundang tidak terkecuali Soo Ra dan Hee Gi. Ini adalah pesta meriah. Semua tamu undangan sangat menikmati pesta ini.

Di tengah keasyikan pesta tiba-tiba suasana menjadi hening karena para undangan tertegun melihat 2 yeoja yang datang. Yang satu berbalut gaun warna putih dengan pita putih di pinggangnya, rambutnya tergerai ikal dan menggunakan high hills dengan warna senada (Soo Ra), dan yeoja yang satunya lagi menggunakan gaun shapire blue selutut tanpa lengan, dengan pita hitam di pinggangnya, rambut tergerai lurus serta high hills warna hitam(Hee Gi). mereka tertunduk malu karena para tamu undangan melihat mereka dengan tatapan yang penuh tanya. Apa menampilannya begitu berlebihan.

Lalu Eunhyuk mempersilahkan mereka untuk bergabung dalam pesta ini. Sanagt mengasyikan. Tiba saatnya saat memberikan kado ulang tahun.

Begitu terkejutnya Soo Ra saat melihat namja yang dulu berebutan arlogi dengannya.

‘kau,,,,yakkk, kau, apa yang lakukan disini hehh, kau menikutiku?” todong Soo Ra padanya.

Namja itu terlihat kaget. “mengikutimu? untuk apa aku mengikuti yeoja sepertimu, yakk, kau tau ini adalah pesta ulang tahun temanku. Aku yang seharusnya bertanya apa yang kau lakuakan hehhh” timpal Donghae tidak mau kalah.

“heyyy,,,sudah-sudah, Ra ah kenalkan ini sahabatku Lee Donghae, dia satu universitas dengan kita hanya berbeda fakultas saja. Dia itu pindahan dari inggris. Dia kenalanku waktu aku pergi berlibur ke Inggris. Hyung ini temanku Soo Ra kami berteman sejak SMA, dia memang sedikit keras, tapi ku harap kalian bisa menjadi teman” ucap Eunhyuk melerai perdebatan mereka.

Mereka saling berkenalan sambil memberikan tersenyuman kecut, seperti belum melupakan kejadian yang dulu. Pesta kembali berlangsung semakin lama semakin meriah. Ditampah lagi teman-teman Eunhyuk yaitu Cho Kyuhyun dan Lee Donghae menyumbangkan sura merdunya dalam ulang tahun ini.

_Author pov end_

Hari hari ku lalui tidak berubah, hanya kuliah, belajar, berkumpul dengan chinguku, hang out, shopping, mencari buku terbaru. Aishhh bosan aku seperti ini terus.

“Ra ah, waeyo” tanya Eunhyuk yang entah kapan sudah ada di sampingku. Kami duduk di kursi kayu taman di kyunghee university. Suasana taman ini begitu nyaman.

“ani, aku hanya sedang bosan saja”

“hmmm, begitu yah. Apa kau ada jadwal kuliah lagi siang ini”

“ani, aku sudah selesai, waeyo?”

“hmmm,,,kajja kita pergi, daripada kau disini lumutan tak jelas” ajaknya sambil menarikku menuju mobilnya.

“kita mau kemana?”

“tak perlu banyak tanya, kau pasti suka di sana” sambil mengedipkan sebelah matanya.

Aku hanya mengikuti saja kemana Eunhyuk akan membawaku, daripada aku di kampus tidak jelas.

_Hwang Soo Ra pov end_

At Bowling centre 15.25 KST

Kyuhyun, Donghae dan Hee Gi yang sedari tadi sudah asik bermain bowling. Ya, Hee Gi memang hoby bermain bowling hampir setiap minggu dia pergi ke tempat bowling.

Beberapa saat kemudian Soo Ra dan Eunhyuk datang.

“ya, Eunhyuk ah kenapa kau membawaku ke sini, kau tau aku tidak bisa main bowling”

“sudahlah, kajja kita masuk yang lain sudah menunggu di dalam”

“menunggu?nugu?” tanyanya bingung.

“Hwang Soo Ra” teriak Hee Gi dan langsung menghampiri dan menarik tangannya untuk bergabung.  Soo Ra hanya mengikuti saja sembari mengerucutkan mulutnya. Seharusnya Hee Gi tau kalo Soo Ra tidak pandai bermain bowling.

_Author pov end_

Aku dan Eunhyuk, Kyu dan juga Hee Gi asyik bermain bowling. Seperti ada yang hilang, ahh benar Soo Ra kulihat dia hanya duduk-duduk dikursi sambil memainkan iphonenya itu. aku langsung menghampirinya.

“tidak maukah kau bergabung dengan kami Ra ah?” seketika dia langsung menghentikan aktivitasnya itu.

“ani, aku tidak bisa, makanya aku lebih memilih duduk” jawabnya singkat.

“ayo, nanti akan ku ajari, daripada kau di sini”

“jinjja, kau akan sabar mengajariku hingga aku bisa. Ahh tapi aku tak yakin Eunhyuk dan Hee Gi saja menyerah jika mengajariku bermain bowling, meskipun permainannya hanya melempar bola di lintasan”

“aku janji, kajja” ajakku dan kemudian aku menarik tangannya menuju lintasan bowling.

Sedikit-demi sedikit aku mengajarinya, dari mulai cara memegang bola, menggelindingkan bola dalam lintasan agar 10 pin yang membentuk segitiga itu dapat terjatuh. Meskipun awalnya dia agak kaku tapi sampai akhirnya dia terbiasa sendiri dan malah ketagihan. Aku senang sekali melihat ekspresinya ketika dapat menjatuhkan pin-pin yang ada dilintasan bowling itu, terlihat manis dan juga lucu.

“yess,,, aku menjatuhkan semua pinnya” ujarnya sambil meloncat kegirangan dan karena senangnya itu tanpa sadar dia menggenggam tanganku yang memang sedari tadi sudah ada di sampingnya, aku pun ikut senang,

“wahh romantis sekali kalian berdua” ledek Hee Gi. aku sontak melepas genggaman tangannya. Dia langsung tertunduk malu.

“ya, kau jangan salah paham Gi ah” jawab Soo Ra.

“kalian cocok, ku rasa tidak ada salahnya jika kalian menjalin suatu hubungan” ledek Kyuhyun.

‘ya,Cho Kyuhyun itu tidak mungkin” ucapku dan Soo Ra bersamaan. Aku langsung meliriknya dia juga langsung melirikku. Ini aneh kami menjawab dengan kata-kata yang sama. Kyuhyun, Eunhyuk dan Hee Gi hanya menertawakan ekspresi kami.

_Lee Donghae pov end_

XXX

Semakin lama aku dan Donghae semakin dekat, entah mengapa aku merasa nyaman jika di dekatnya. Dia memang tipe namja chingu yang ku inginkan, tapi apakah aku ini adalah tipe yeoja chingu yang ia inginkan juga. Aisss kenapa aku jadi berpikir ke situ, aku ini aneh, apa karena akhir-akhir ini dia sering sekali mengajakku pergi bersama yah , entahlah aku bingung.

^^^^^

Aku berada di tepian sungai Han, duduk di bangku kayu dan menunggu Lee Donghae datang, entah mengapa dia senang sekali mangajakku ke sini, katanya tempat ini sangat nyaman dan juga indah.

“kau sudah lama menungguku” sapanya.

“ahh,aniyo, aku juga baru datang beberapa menit yang lalu. Mmm apa kau sudah makan? Aku tadi membawa sandwich dari rumah? Sambil menunjukkan tas makanan padanya.

‘ahh, kebetulan sekali tadi aku memang belum sempat sarapan, kita makan bersama”

“E, oppa untuk apa kau mengajaku ke sini,kita sudah sering sekali ke sini, apa hanya tempat ini saja yang kau sukai?”

“memang kau ingin kemana? Aku suka sekali tempat ini. Di sini indah dan nyaman dan di sini aku juga sudah menemukan seseorang yang sangat aku sayangi. Memang sebenarnya aku tidak bertemu pertama kali disini dengannya, tapi jika bersamanya di sini aku sangat merasa nyaman dan ingin terus-menerus bersamanya”

‘wah, beruntung sekali yeoja itu ya oppa, aku turut senang. Kenapa kau tidak mengenalkannya padaku oppa? Ucapku sedikit lemas, ternyata apa yang kupikirkan tidak seindah kenyataannya.

“kau akan mengenalnya nanti, jika saatnya sudah tiba” ucapnya lembut sambil tersenyum ramah padaku. Akupun membalas senyumannya walaupun hatiku agak sedikit panas mendengarnya.

_Hwang Soo Ra pov end_

XXX

Semuanya sudah ku persiapkan, apapun yang akan terjadi nanti aku sudah harus mempersiapkannya. Ucapku dalam hati sambil terus merapikan kemeja kotak-kotak coklatku. Hari ini akan menjadi hari yang spesial untukku,  tapi jika Tuhan menghendaki. Tapi aku yakin ini berhasil, hemmm PD sekali aku ini.

^^^

Aishhh aku gugup begini. Melaju menuju rumah Soo Ra. Aku memang tidak menghubunginya, yah ingin memberinya sedikit kejutan saja.

Aku menekan bel rumahnya, dan akhirnya pintu rumahnya terbuka  dan “TADAAA” ucapku sambil memberikan satu buket bunga mawar” ku lihat yeoja yang ada di hadapanku ini tidak bergeming sedikitpun,ku perhatikan dari bawah sampai ke atas dan ternyata dia,,,kyaaaa dia eommanya Soo Ra. Aku malu setengah mati. Untuk menghilangkan rasa maluku ini ku berikan saja buket bunga ini untuk eomma Soo Ra. Spertinya eommnya senang dan langsung mempersilahkan aku untuk masuk, sedangkan dia menuju ke atas untuk memanggil Soo Ra.

“oppa, ada apa? Kenapa kau tidak memberitahuku dulu jika akan datang ke rumah. Dan darimana kau tau alamat rumahku?”

“Ehh, aku niatnya hanya ingin memberikan sedikit kejutan padamu Ra ah. Apa kau tidak sibuk hari ini?”tanyaku ramah padanya.

“ani, aku free hari ini, wae?”

“bagimana kalo kita pergi ke luar, kau mau?” ajakku, dia berfikir sejenak dan mengangguk pertanda setuju.

“baiklah oppa aku ganti pakaian dulu”

Aku dan Soo Ra pun pergi dan tidak lupa pamit kepada eommanya Soo Ra.

_Lee Donghae pov end_

XXX

Donghae datang ke rumahku, memberikan satu buket bunga untuk eommaku, kenapa eommaku yang mendapatkan buket bunga darinya kenapa bukan aku, batinku berkata. Apa seleranya seperti itu ya? Iashhhh sudahlah kenapa aku jadi memikirkan hal itu.

Aku keluar dari kamar dengan pakain rapi dan turun menemui donghae oppa. Aku tidak tau dia akan mengajakku kemana, paling-paling ke sungai Han lagi atau ke kepantai, dia itu seperti kehabisan tempat hiburan yang sering di datangi hanya itu itu saja.

“oppa aku sudah siap ayo pergi”ajakku tanpa melihat wajahnya dan langsung menuju ke dapur untuk pamit pada eomma dan Donghae oppa membuntutiku dari belakang.

Keheningan terjadi selama di perjalan menuju suatu tempat yang tak tau dimana, dia tidak bilang.

“hmmm,hmmm’aku berdehem pelan.

“waeyo Ra ah?”

“ani hanya saja di dalam mobil ini serasa sepi,emmm oppa kita akan kemana?”

“ke sungai Han” jawabnya singkat dan dengan mata yang tetap menatap jalan Seoul, tentu saja karena dia sedang menyetir. Aku hanya mendengus kesal. Sungai  Han lagi, apa selama dia tinggal di Inggris tidak pernah menemui sungai seindah sungai Han, Huhhh.

“kau kenapa cemberut, kau jelek sekali jika cemberut Ra ah” liriknya sambil kemudian mencubit pipiku.

“yak,,appo oppa”

“hahahaha, salahmu kenapa sedari tadi cemberut”

Sesampainya di sungai Han, seperti biasa, duduk di kursi kayu di tempat yang sama, sedikit berbincang sesudah itu hening lagi.

“oppa aku bosan, ayo kita pulang!”ajaku kesal.

“ani, sebentar lagi saja Ra ah, jika kau pandangi seksama di sini sangat indah, membuatku nyaman” ucapnya sambil memejamkan mata menikmati segarnya udara di tepian sungai Han.

“ayo kita pergi”ajaknya sambil kemudian menarik pergelanganku menuju mobil audi sport putihnya itu.

_Hwang Soo Ra pov end_

XXX

At Bowling centre

Soo Ra dan Donghae tiba di Bowling centre. Mata Hee Gi sudah membelalak, kenapa tempat ini yang di tuju, batinnya berbicara.

‘kajja kita turun”ajak donghae.

Soo Ra hanya mengiyakan saja walaupun dia malas sekali main bowling. Meskipun sudah di ajarkan Donghae tapi permainan bolingnya tidak begitu bagus, karna dari itu ia malas sekali datang ke tempat ini.

Ternyata sperti biasa disana sudah ada Eunhyuk,Kyu dan Hee Gi yang tengah asyik bermain bowlling, mereka memang sudah ahli tapi tidak dengan Soo Ra. Donghae menarik pergelangan tangannya sembari memberikan senyum pada Soo Ra begitu juga Soo Ra, wajahnya terlihat memerah seketika itu juga.

Setelah mereka asyik dengan permainan bowlingnya, mereka duduk di shofa yang tersedia yang tidak jauh dari arena bowling. Sesekali ada celotehan seru yang keluar dari mereka, tapi tiba-tiba suasana hening begitu saja.

“kenapa jadi sepi seperti ini, ayo lanjutkan lagi, Kyu mana katanya kau mau memperlihatkan trik sulapmu itu” ujar Soo Ra.

‘ah tidak jadi, entah kenapa aku jadi malas sekali” jawab Kyu singkat dia malah memainkan pspnya.

“aku keluar sebentar” ucap Donghae.

“mau kemana hyung?” tanya Eunhyuk.

“ehhh, ada sesuatu yang tertinggal, tunggulah di sini, 5 menit saja okk” balasnya dan segera bergegas ke luar dari ruangan ini.

‘dia aneh sekali bukan” ujar Hee Gi dengan wajah tanpa dosa, semua menatapnya, dia hanya tersenyum kecil lalu menunduk.

_Author pov end_

XXX

Aku kembali dari mobil dengan membawa satu buket bunga mawar merah yang kusembunyikan di balik punggungku. Deg deg deg, aku gugup, ah kenapa tiba-tiba menjadi gugup, aku memukul dada bidangku agar rasa gugup itu hilang.

Ketika aku masung ke arena bowling semua mata tertuju padaku mungkin karena mereka melihat aku membawa bunga yang kusembunyikan di balik punggungku.

Ku lihat mereka masih duduk di tempat yang tadi. Eunhyuk duduk di shofa kiri,Kyu Dan Hee Gi di tengah sementara Soo Ra di kanan. Tuhan lancarkanlah aksiku ini. Aku menghampiri mereka dengan perlahan, kakiku berhenti tepat di depan Soo Ra, aku langsung merjongko ala pangeran kerajaan dan memberikan bunga mawar merah lalu berkata,

Entah sejak kapan aku memiliki rasa ini, pertama kali kita bertemu di toko arlogi kita hanya berdebat. Ketika Eunhyuk mengenalkanmu di hari ulangtahunnya kau tidak terlalu meresponku dan malah memalingkan wajahmu dariku. Ketika Eunhyuk membawamu ke tempat ini untuk bermain bowling dan kau menolak karna kau tidak bisa sampai aku mengajarimu hal itu membuatku senang. Entahlah ada suatu kebahagiaan yang tiba-tiba datang padahal itu untuk pertama kalinya kita bisa akrab dan tidak saling mengacuhkan. Ketika aku melihatmu pergi bersama namja lain termasuk Eunhyuk hatiku terasa perih. Disaat aku pergi mengajakmu ke sungai Han aku merasa sangat nyaman, rasanya ingin sekali berlama-lama bersamamu di sana. Soo Ra ah entah sejak kapan aku jadi seperti ini, tapi mau diapakan lagi aku sudah mencoba menahan perasaanku padamu, tapi tidak bisa, lebih baik aku mengungkapkannya dan ku beranikan pada hari ini, di tempat ini, di depan teman-teman kita yang akan menjadi saksi bahwa aku benar-benar mencintaimu. Ra ah maukah kau menjadi yeoja chinguku? Sambil memberikan buket mawar merah itu padanya.

Soo Ra hanya diam tanpa kata, mungik dia shock atau apa.

“oppa apa kau bercanda? Kau tau semua orang yang ada di sini melihat aksimu” ucapnya sambil melirik ke kanan dan kirinya karna semua orang yang ada di tempat ini melihat aksiku menyatakan persaanku.

“aku tidak peduli, aku serius Ra ah, aku tidak pernah main-main dengan cinta”

Lalu Soo Ra melihat ke arah Hee Gi, Hee Gi mengangguk begitu juga Kyu dan Eunhyuk.

‘ne aku mau menjadi yeoja chingumu oppa”jawabnya sambil memberikan senyuman termanisnya itu padaku dan menerima bunga mawar yang aku berikan padanya.

“jinjja?”tanya ku penuh bahagia, dia mengangguk pertanda mengiyakan, aku mengajaknya berdiri dan langsung menariknya ke dalam pelukanku. Semua orang bertepuk sorai, tempat ini berubah menjadi ramai.

_Lee Donghae pov end_

XXX

Aku terbangun dari tidurku, sedikit menggeliat mengatur nafasku yang belum beraturan, rasanya masih mengantuk. Aku menghempaskan tubuhku ke tempat tidurku dan kembali terlelap.

Tok tok tok, suara ketukan pintu, ahhh pasti eomma.

“Ra ah cepat bangun kita sarapan, appa sudah menunggumu di bawah”

“ne eomma” jawabku malas.

Aisssh aku malas sekali hari ini, aku bangun dari tempat tidurku menuju kamar mandi dan setelah selesai aku merapikan diri dan tiba-tiba mataku melirik sebuah kalender meja. Omona ini hari jadiku dengan donghae untuk ke empat bulan. Hahahaha tidak tersa hunbunganku dengannya sudah empat bulan, tapi kenapa Donghae tidak menghubungiku hari ini.

“Soo Ra” panggil eomma dari bawah sana yang membuyarkan lamunanku.

‘ne eomma aku segera turun” aku lansung berlari ke bawah untuk sarapan pagi bersama, kebetulan karena ini juga hari libur. Stelah sarapan tiba-tiba eomma memulai pembicaraan.

“Ra ah, eomma ingin menyampaikan sesuatu padamu”

“apa eomma?

“baiklah eomma akan to the poin padamu. Besok pagi kita akan pergi ke Hongkok. Bisnis appa sukses di sana, jadi kami memutuskan untuk tinggal di Hongkok dan tentunya denganmu Soo Ra” jelas eommaku, aku yang sedang minum langsung tersendak kaget.

“mworago? Pindah ke Hongkong, besok? Eomma appa kenapa mendadak seperti ini” ucapku.

“sebenarnya ini tidak mendadak, eomma ingin memberi tahumu sejak 2 minggu yang lalu tapi karna kau sibuk jadi eomma mengurungkan niat”

“lalu bagaimana dengan kuliahku, bukankah belum mengurusi surat kepindahan?”tanya mencari alasan agar waktu kepergian dapat di tunda.

‘semua sudah selesai Ra ah, kita hanya tinggal pergi besok?” jawab appa.

Aku hanya terdiam lemas mendengar jawaban appa barusan, surat kepindahankupun sudah di urus, aku akan pergi besok, lalu bagaimana dengan hubunganku dan Donghae. Haruskah kami berpisah, batinku lirih. Bagaimana ini? Hari ini juga adalah hari jadiku yang ke empat bulan dengannya, aku tidak ingin hubungan ini berakhir begitu saja. Aku langsung pergi meninggalkan meja makan menahan buliran air mata yang sebentar lagi akan keluar. Baru beberapa langkah eommaku berkata

“kita akan melakukan perjalanan pukul 02.45 pagi nanti, ingat itu Ra ah” begitu mendengarnya air mataku sudah tidak bisa ditahan lagi dan tumpah begitu saja, aku langsung berlari menuju kamarku, menguncinya dan menangis di balik pintu.

nan geudemane oppa geuden namane yeoja
hangsang ne gyote isso julge
nan geudemane oppa dalkomhan uri sarang
oppan noman saranghalle

ponselku bergetar, aku tidak berminat untuk mengangkat telpon dari siapaun meskipun itu dari namja chinguku sendiri. Aku terus menangis sambil memeluk lututku. Kenapa kedua orang tuaku tidak merundingkan semuanya denganku terlebih dahulu, aku tidak tau bagaimana menjelaskan semua ini pada yang lainnya. Aku terus menangis sampai akhirnya aku berpikir tidak ada gunanya aku menagis seperti ini, toh tidak akan merubah keputusan yang eomma dan appaku ambil.

Aku langsung packing pakaianku, setelah selesai aku langsung pergi ke luar dan menuju apartemen Donghae oppa.

_Hwang Soo Ra pov end_

XXX

Ting nong ting nong, suara bel itu membangunkanku, aissshh siapa yang datang pagi-pagi begini, hoamm ku lirik jam bekerku ternyata sudah jam 9, hah 9. Aku langsung berdiri keluar kamar dan melihat siapa tamu yang datang. Baru saja aku membuka pintunya tiba-tiba seorang yeoja langsung memeluku.

“oppa. Ya kenapa kau lama sekali membuka pintunya” ucapnya sambil melepaskan pelukannya itu.

“Ra ah ada apa kau datang sepagi ini”

“aku ingin mengajakmu pergi” ucapnya sambil tersenyum lembut kemudian masuk dan duduk di shofa putih yang terletak di ruang tengah apartemenku.

“oppa cepat kau mandi, kita akan pergi sekarang, kajja” ucapnya sambil mendorongku masuk ke kamar mandi.

Aku sudah selesai berpakaian , aku merapikan setelan kemejaku juga rambutku. Hemm aku tampan juga rupanya, ucapku sambil tersenyum renyah.

“kajja kita pergi”

“ouuw oppa, neomu kyeopta”ucapnya sambil memngacungkan kedua jempolnya.

“neomu yeppota” ucapku tak kalah darinya.

“kita mau kemana”tanyaku sebelum melajukan mobilku”

“kemana saja oppa, terserah mu”

“mwo, ya! Kau ini, sudah datang pagi-pagi membangunkanku dan mengajakku pergi tapi tidak tau tujuannya mau kemana, kau ini aneh sekali Ra ah” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya. Dia hanya tersenyum manis atas perlakuanku itu. tidak biasanya, biasanya dia akan marah jika aku mengacak-acak rambutnya itu tapi kali ini dia berbeda.

Aku mengajak Soo ra ke taman hiburan. Mencoba semua wahana yang ada di sana. Wajahnya tampak bahagia sekali, aku senag melihat wajahnya saat ini. Setelah berpuas-puas ria di taman hiburan aku mengajaknya makan siang di sebuah restaurant China terkenal di Seoul, hari ini memang istimewa jadi aku ingin memanjakannya di hari ini, bahkan seterusnya.

Ketika hari sudah petang Soo Ra malah mengajakku ke sungai Han.

“tumben sekali kau mengajakku ke sini, biasanya ku yang mengajakmu, kau bilang kau bosan datang kesini terus” ucapku yang sekarang tengah duduk disampingnya yang sedang memandangi sungai Han.

“entahlah oppa, aku ingin sekali ke sini. Kau benar di sini terasa nyaman”ucapnya sambil menarik nafas menikmati udara sekitar sungai ini.

“Ra ah ayo kita pulang ini sudah malam, aku tidak ingin melihat eommamu khawatir karna putri satu-satunya ini sakit akibat pulang larut malam bersama Lee Donghae”

“ani biarkan sebentar lagi di sini, aku sedang menikmati pemandangan bintang yang bertebaran di langit sana, indah bukan” ucapnya yang kini sudah menyender di bahuku.

“benar indah sekali”. Beberapa saat hening dan Soo Ra membuka suara,

“oppa bagaimana jika aku pergi meninggalkanmu begitu saja? Apa yang akan kau lakukan ? apa kau akan marah padaku, kau akan membenciku?”

“ya,, pertanyaan macam apa itu Ra ah, kau tidak boleh meninggalkanku, aku akan selalu berada di sisimu sampai kapanku,jangan tinggalkan aku Ra ah” jawabku sambil memegang erat kedua punggung tangannya.

Aku menarik tangannya agar bisa berhadapan denganku,

“dengar Ra ah sayang, jangan katakan hal itu lagi, aku tak ingin mendengarnya, apa kau tidak tau, aku ini sanagt mencintaimu, cinta dan sayangku lebih luas dari apapun. Jangan sampai kau membuatku kecewa Ra ah, arraseo?”

“ne oppa” jawabnya sambil tersenyum manis padaku. Aku menariknya ke dalam pelukanku

“saranghae chagi”

“nado” ucapnya sambil terus mengeratkan pelukanku.

—-

“masuklah ini sudah malam”

“ne, tapi aku ingin melihatmu dulu, biarkan aku berada di sini sampai kau pergi oppa”

“wae? Besok kita bisa bertemu lagi chagi aku akan menjemputmu” ucapku, Soo Ra semakin erat memegang pergelangan tanganku. Aku mendekatkan diriku dan mencium keningnya. “masuklah, aku akan menunggumu sampai kau masuk”

‘ani, kali ini aku yang akan menunggumu oppa, kali ini saja, ucapnya memohon.

“baiklah, aku pulang, jaga dirimu chagi, bye” aku pergi mlepas genggaman tanagnnya yang begitu hangat. Baru saja beberapa langkah tiba-tiba Soo Ra memelukku dari belakang

“SARANGHAE oppa” ucapnya dengan suara agak sedikit parau. Aku memegang erat punggung tangannya yang saat ini melingkar di pinggangku. Aku membalikkan badanku, memegang kedua pipinya

“nado SARANGHAE chagi” ucapku lembut. Tiba-tiba dia berjinjit dan CHUUU,, dia mngecup bibirku sekilas. Ciuman pertama kami selama 4 bulan menjalin hubungan. Aku hanya berdiri tertegun akibat ulahnya itu.

“oppa, waeyo? Kau tidak suka”

“oh, aniyo, aku pulang dulu, jaljayo” ucapku kemudian meninggalkannya.

_Lee Donghae pov end_

XXX

Ku pastikan Donghae oppa sudah jauh dari pekarangan rumahku. Aku langsung bergegas pergi dengan taksi yang sudah ku hubungi sebelumnya.

Mianhe oppa, lirihku dalam. Aku tidak pernah bermaksud untuk meninggalkanmu, sungguh. Suatu saat aku akan kembali ke Korea, tunggulah aku oppa.

Sesampainya di bandara Incheon ku lihat appa dan eommaku sudah menungguku di pintu G keberangkatan menuju Hongkong. Aku melangkah dengan gontai, aku menengok ke belakang melihat pemandangan terakhir kota Seoul. Appa dan eommaku tersenyum melihat kedatanganku.

‘syukurlah kau tidak terlambat Ra ah, apa kau diantar Donghae ke sini” tanya eommaku sambil mengusap rambutku.

“ani, dia tidak tau apapun atas kepergianku dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya” jawabku sedikit cetus.

“hubungilah temanmu Ra ah, kau jangan membuat mereka khawatir karna kau tiba-tiba menghilang” saran appaku.

“ sudah tidak ada gunanya lagi appa” jawabku singkat sambil masuk menuju ruang keberangkatan.

“Ra ah, kau marah pada kami” tanya eommaku, seketika aku menghentikan langkah kakiku.

“menurutmu eomma? Kau tau begitu berat keputusan sepihak yang kalian ambil, kenapa tidak mempertimbangkannya lebih dulu denganku. Kalian tidak mengerti bagaimana perasaanku saat ini. Kalian tidak mengerti bukan?’’ ucapku sambil terisak. Sesekali orang yang melewatiku melihat keadaanku aku tidak peduli lagi.

“Ra ah” panggil eommaku. Aku tidak menggubrisnya dan masih tetap menangis. Mereka tidak tau apa yang aku rasakan. Bagaimana rasanya meninggalkan seseorang yang sudah sangat dicintai, meninggalkan teman-teman dekatku, meninggalkan semua kenangan selama bersama mereka. Apa mereka tidak pernah berfikir sampai situ.

Aku terus terisak sampai akhirnya aku mengeluarkan ponselku aku mengetikkan beberapa kata untuk Hee Gi

Datanglah ke bandara Incheon sekarang, pintu keberangkatan G. Kau tidak punya banyak waktu hanya 35 menit lagi. Cepatlah datang.

Ku kirimkan pesan itu pada Hee Gi, aku terus menunggunya, sampai waktunya tiba Hee Gi tidak kunjung datang. Aku dengan perasaan gelisah berjalan menuju pintu keberangkatan. Selamat berjumpa lagi Seoul, akan akan segera kembali, ucapku parau.

_Hwang Soo Ra pov end_

XXX

Hee Gi yang sedang tertidur pulas terbangun akibat getaran ponselnya. “ya! Siapa yang menghubungiku malam-malam begini” diraih ponselnya di meja samping tempat tidur, di buka pesan ternyata dari Soo Ra.

“ahh Soo Ra malam-malam begini mengirimku pesan” Hee Gi membaca pesannya, begitu terkejutnya ketika membaca pesan dari Soo Ra, seketika Hee Gi bergegas bangun, mencari kunci mobil yang biasanya terletak di laci meja rias, namun nihil kunci mobil itu tidak di temukan. Hee Gi memutuskan untuk menelpon taksi, dia segera keluar dekat piyama yang masih melekat di tubuhnya menuju bandara Incheon, namun percuma saja setibanya di sana Soo Ra sudah tidak ada.

Hee Gi terduduk lemas di depan pintu keberangkatan, begitu lambatnya dia untuk menemui Soo Ra.

Orang disekitar melihatnya yang terduduk lemas di lantai dengan piyamanya sambil menangis. Sudah beberapa orang membujuknya agar berhenti menangis namun sia-sia belaka, tangisannya malah semakin terisak.

‘Ya!! Hwang Soo Ra kenapa kau memberi tahuku di menit-menit kau akan berangkat, kenapa tidak jauh-jauh hari, kenapa kau tidak bercerita padaku perihal rencanamu untuk pindah, lalu bagaimana hubunganmu dengan Donghae oppa? Apa kau akan meninggalkannya begitu saja” ucapnya terisak, isakannya semakin menjadi jadi. Hee Gi menyalahkan diri sendiri karena telah lambat datang ke bandara.

_author pov end_

XXX

Aku yang sudah rapi dengan kemejaku, bergegas mengambil kunci mobil yang ada di laci mejaku, aku berencana mengajak Soo Ra pergi ke Mokpo, melihat keindahan laut mokpo.

Setibanya di kediaman rumahnya, terlihat sepi. Aku mencoba masuk dan hanya ada pembantu rumah tangganya di sana, lalu aku bertanya padanya,

“apakah Soo Ra ada?” tanyaku ramah pada ahjmma paruh baya itu.

“mianhe tuan, tapi nona Soo Ra beserta appa dan eommanya sudah pergi ke Hongkok pagi tadi” jelasnya padaku.

Aku terkejut begitu memdengarnya bahkan buket bunga mawar merah yang akan ku berikan padanya tanpa sadar terjatuh dari genggamanku.

“Hongkong?” ucapku lirih.

“ne, keluarganya akan menetap di sana untuk beberapa saat termasuk nona Soo Ra” jelas ahjumma itu lagi padaku. Aku berdiri lemas dan gemetar, buliran air mata mulai terasa di pelepah mataku. Aku pamit pada ahjumma paruh baya itu dan bergegas menuju mobilku.

Aku memukul stir mobilku dengan keras  sesekali berteriak

“akkkkkkk,Hwang Soo Ra kenapa kau lakukan ini padaku, hehhh!” ucapku berteriak dalam mobil.

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, buliran air mataku tidak berhenti mengalir dan membuat pandanganku terhadap jalanan berkurang sampai aku beberapa kali menerobos lampu merah. Di suatu tikungan aku menyalip sebuah mini bus dan tanpa ku sadari ada trus tronton yang melaju dengan kecepatan lumayan kencang. Ku banting stir mobilku, tapi percuma saja, tronton itu sudah menghantam mobilku terlebih dahulu dan mobilku terpental jauh. Kepalaku rasanya pusing dan pandanganku tersa kabur sampai akhirnya semuanya berubah menjadi gelap.

_Lee Donghae pov end_

XXX

“Gi ah, buka pintunya, jelaskan pada kami apa yang terjadi padamu, janagn membuat kami khawatir” ucap Eunhyuk di balik kamar Hee Gi. hee Gi hanya terdengar terisak di dalam. Aku tidak tau apa yang harus dilakukan, Kyu juga terlihat bingung.

“Gi ah keluarlah ku mohon” pinta kyu, tapi tetap saja tidak digubris olehnya.

Because you naughty, naughty, hey! Mr. Simple
Because you naughty, naughty, SUJU ganda!

Ponselku bergetar, kulihat siapa yang menghubungi tapi nomor ini tidak aku kenal, ku tekan layar ponselku

“yoboseyo”

“nugu”…………”neomu jinjja?”………..”ne arra, aku akan segera ke sana”

“hyung kau kenapa, wajahmu terlihat panik setelah mengangkat telpon itu, siapa yang menlponmu hyung?” tanya Kyu bertubi-tubi.

“Donghae hyung, dia,,,,,dia kecelakaan Kyu, keadaannya kritis, kau urus Hee Gi, aku akan pergi ke rumah sakit sekarang.

“ahh, tolong kau hubungi keluarga Donghae hyung, aku akan ke rumah sakit segera”

“ne hyung arra”

Aku bergegas pergi ke rumah sakit.

Sesampainya di sana ku lihat Donghae masih berada di ruang UGD, aku langsung menemuinya , kebetulan ada uisa yang sedang menanganinya di sana.

“uisa, bagaimana keadaannya, bantulah temanku, tolonglah dia, selamatkan dia uisa , aku mohon dengan sangat” pintaku pada uisa itu.

‘aku akan berusaha sebisa mungkin, tapi luka yang dialami teman anda cukup parah, kami harus melakukan operasi sebelum kebocoran pada otaknya semakin parah, kami harus meminta perseujuannya segera”

“lakukan apa saja yang terbaik menurutmu yang penting temanku tertolong” harapku pada uisa itu, beliau hanya mengannguk dan pergi meninggalkanku. Aku duduk lemas di kursi tunggu ruang operasi.

_Lee Hyuk Jae pov end_

XXX

“Gi ah keluarlah, Donghae hyung kecelakaan, dia kritis” ucapku sedikit kesal sambil terus mengetuk pintunya tanpa henti.

Tiba-tiba pintu terbuka dan ku lihat matanya sudah sembab.

“benarkah, kajja kita kerumah sakit” ajaknya sambil menarik tanganku.

Setibanya di sana ku lihat Eunhyuk hyung terduduk lemas menunggu operasi selesai, kami semua gontai akan hal ini.

“apa yang sbenarnya terjadi Gi ah, katakan padaku” ucap Eunhyuk padanya.

“katakanlah Gi ah, ayo katakan?” triak eunhyuk sambil menggoyang-goyangkan badannya, Hee Gi hanya kembali menangis.

“hyung sudahlah”leraiku.

“tidak bisa Kyu dia harus menjelaskan semuanya yang terjadi, apa kau sudah menghubungi Soo Ra”

“sudah, tapi nihil, tidak ada jawaban apapun, malah nomornya sudah tidak aktif”

“mwoya, tidak aktif” Eunhyuk terkejut mendengar perkataanku.

“percuma kau menghubunginya oppa, dia tidak ada di korea lagi, dia sudah pergi ke Hongkong tadi pagi, aku gagal menyusulnya ke bandara. Ini semua salahku oppa, jika saja aku bisa lebih cepat, mungkin hal ini tidak akan terjadi” jelas Hee Gi sambil terisak.

“Hee Gi ah, kenapa kau tidak menjelaskannya sejak tadi” ucapku sambil menghapus air matanya dengan punggung tanganku.

‘mianhe aku tidk tau harus menjelaskan dari mana” ucapnya sambil kembali terisak. Aku menariknya kedalam pelukanku berusaha menenangkannya. Ku lihat Eunhyuk hyuk mengacak- acak rambutnya frustasi.

_Cho Kyuhyun pov end_

XXX

Sudah 4 jam operasi berlangsung, kini keluarga Donghaepun sudah berkumpul di rumah sakit. Eommanya sedari tadi terus menangis terisak, sedangkan appanyaberusaha menenangkan istrinya itu.

Lampu merah berganti menjadi hijau, pertanda operasi telah selesai.

“uisa bagai mana dengan putraku?” tanya eomma Donghae penuh harap. Uisa itu hanya tertundunk lalu menggeleng.

“mianheyo, kami telah berusaha semampu kami nyonya, tapi korban tidak bisa tertolong, benturan yang terjadi begitu parah sampai pembuluh darah di otaknya bocor” jelas uisa yang lalu pergi meninggalkan mereka.

Eomma Donghae langsung pingasan seketika semntara Hee Gi jatuh terisak di lantai, Eunhyuk dia memukul-mukul tembok rumah sakit seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.

———-

Pemakaman Donghae berlangsung hikmat, terasa pilu di hati, namun inilah yang terjadi. Di saat pemakaman berlangsung eomma donghae sudah tidak sadarkan diri lagi.

Seusai pemakaman Donghaepun Hee Gi tetap mencoba menghubungi Soo Ra , namun nihil tidak ada jawaban darinya. Hee Gi hanya bisa terisak.

_Author pov end_

1 tahun kemudian

Seoul iam comming, triakku ketika sampai di bandara incheon. Aku tersenyum lebar bisa menapakan kaki lagi di sini. Aku rindu Seoul, rindu teman-tamanku, rindu rumahkua dan yang paling ku rindukan adalah Lee Donghae.

Aku sampai di rumah dan langusng menghempaskan badanku di shofa, lelah rasanya. Apa yang harus ku lakukan setelah ini,ahh menghubungi Hee Gi saja, tapi apa dia masih mau menerimaku, menghubungi Eunhyuk juga tidak mungkin, pasti sekarang dia sudah membenciku, menghubungi Kyuhyun itu semakin mustahil dia terkanal sanagt dingin.

Sudah 2 minggu lamanya aku di Seoul tapi tidak dapat apa-apa, kabar tentang Lee Donghaepun tidak ada. Aku lebih baik pergi ke sungai Han tempat favoritnya dulu.

Aku menikmati semilir angin di tepi sungai Han sampil merentangkat kedua tanganku. Rasanya nyaman, aku rindu keadaan seperti ini. “oppa kau dimana, aku terus mencarimu bahakan sampai ke apartemenmupun kau tidak ada” ucapku dalam hati.

“Hwang Soo Ra benarkah itu kau” ucap seorang yeoja yang ada di belakangku, aku membalikan tubuhku.

“Shin Hee Gi” triakku dan langsung berlari memeluknya.

“bogoshippo” ucapku

“nado Ra ah” balasnya.

“apa yang kau lakukan di sini dan Gi ah kau membawa bunga, untuk apa? Apa itu dari namja chingumu” Hee Gi yang sedari tersenyum langsung tertuntuk dan wajahnya pun berubah geliasah. Ku lihat Kyu dan Eunhukpun datang membawa masing-masing 1 buket bunga mawar merah. Ku beranikan untuk bertanya pada mereka.

“annyeong eunhyuk ah kyuhyun ah” sapaku sambil tersenyum tulus, Kyu langsung memalingkan wajahnya dariku sementara Eunhyuk hanya tersenyum kecil tanpa menjawab sepatah katapun.

“aku tau kalian marah padaku, aku tau yang aku lakukan salah” ucapku dengan nada penuh penyesalan.

“lalu, apa yang akan kau lakukan akan kesalahan yang kau akibatkan Ra ah” timpal Kyuhyun dengan nada tinggi. Sepertinya dia emosi.

“kau tau apa akubat petbuatanmu ini, kau,,,, kau telah membuat hyungku meninggal kau tau, kau bahkan tidak ada saat masa-masa kritisnya bahkan saat pemakamannyapun kau tidak datang, apa kau pura-pura tidak tau,hehhh?” ucap Kyuhyun dengan nada emosi dan telunjuknya menunjuk tepat di depan wajahku.

“mworago, meninggal? Apa maksud ucapanmu Kyu?”tanyaku padanya sambil menahan buliran air mataku yang sebntar lagi akan tumpah.

“Donghae oppa, dia,,,dia sudah tidak ada lagi Ra ah. Hari ini tepat hari kematiannya, kami datang ke sini, karna ini merupakan salah satu tempat faviritnya dulu” jelas Hee Gi padaku yang membuatku tumbang seketika,, tiba-tiba semua bayangan menjadi kabur.

Sudah beberapa hari ini aku terus mengurung diri di kamar, meangis setiap saat, aku begitu bodoh, karna keputusan ku untuk pergi meninggalkan Seoul aku jadi kehilangan segalanya, kehilangan namja yang sanagt aku cintai.

_Hwang Soo Ra pov end_

XXX

Aku berjalan di pusat kota Seoul menuju pust perbelanjaan untuk membeli beberapa keparluan, aku melihat seorang yeoja yang akan menyebrang di tengah keramaian lalu lintas. Aku segera berlari ke arahnya, yang saat ini sudah berada di tengah jalan raya. Aku tidak memperdulikan klakson yang menegurku, tapi aku harus menyelamatkan yeoja itu. aku tarik tangannya menuju tepian jalan.

“ya!! Hwang Soo Ra apa yang lakukan hehh,, apa kau mau mati, aku tau tadi kau hampir tertabrak” ucapku sedikit kesal.

“aku sengaja, kenapa kau malah menolongku, seharusnya kau membiarkanku mati agar semua doasaku hilang, aku ,,, aku,” tanpa melanjutkan kata-katanya aku langsung menariknya ke dalam dekapanku.

“dengar aku, kau tidak boleh mati, kau masih memiliki keluarga serta teman yang menyangimu Ra ah”

“tidak ada yang menyayangiku lagi Hyuk Jae, semua telah membenciku, lihat saja Hee Gi dia tidak pernah menghubungiku lagi, sementara Kyu dia sudah mat membenciku, aku adalah penyebab dari kecelakaan Donghae oppa, aku harus menebusnya Hyuk Jae” ucapnya terisak.

Aku terus mendekapnya menbuatnya tenang.

—————–

Akhir-akhir ini aku sering mengunjungi Soo Ra, menghiburnya. Sama seperti kebiasaan Donghae hyung, aku selalu datang membawa satu buket bunga mawar merah untuknya, dia terlihat bahagia, aku senang melihatnya. Melihatnya tersenyum membuat hatiku tenang. Entah kenapa aku menjadi merasa nyaman di dekatnya, membuatnya tersenyum adalah hal yang akan terus aku lakukan sampai kapanpun.

Suatu ketika aku menawarinya untuk pergi ke pemakaman Donghae, ia mengiyakan. Dia pergi dengan membawa makanan, minuman serta satu buket bunga mawar merah untuk donghae, semua yang ia bawa merupakan kesukaan donghae. Aku tidak hanya pergi berdua melainkan bersama Hee Gi dan Kyuhyun. Kami berdoa di sana, Soo Ra sedikit terisak kembali, tapi sebelumnya dia telah berjanji padaku akan iklas melepas kepergian donghae, dan memulai hidup baru. Setelah Soo Ra selesai dengan ratapannya di depan pemakaman donghae, dia tersenyum sekilas ke arahku, Hee Gi dan juga Kyu. Dia ingin membuktikan bahwa dia sudah bangkit dari keterpurukan.

Aku datang menghampirunya dan berdiri di sampingnya, Kyu dan Hee Gi terlihat bingung dengan sikapku. Ku keluarkan satu tangkai mawar putih dan ku berikan padanya

“Ra ah, maukah kau menjadi yeoja chinguku?” uacapku sedikit gugup.

Dia tampak terkejut dan langsung melihatku dengan tatapan tajam.

“oppa, kau jangan bercanda”

“aku serius, aku melakukannya di sini agar Donghae hyung menjadi saksi  bahwa aku akan menjaga yeoja yang amat di cintainya, tentu dengan caraku sendiri. Ra ah maukah kau menerimaku?” seketika saja ku lihat dia mengeluarkan air mata, aku panik.

“ya, kenapa kau menangis, kau tidak suka, aku tidak akan memaksamu Ra ah”

“ani, aku hanya tidak menduga hal ini akan terjadi”

“jadi apa jawabanmu?” tanyaku penuh harap.

‘ne , aku mau menjadi yeoja chingunmu oppa” aku terlonjak kaget dan langsung memeluknya.

“ya, ini pemakaman, kenapa kalian malah bermesraan di sini” ucapku mengingatkan sambil tersenyu evil.

“biarkan saja, kau tidak suka melihat hyungmu ini bahagia hehh, cepatlah ungkapkan perasaanmu pada yeoja yang saat ini berdiri di sampingmu” ucapku tak mau kalah sambil memegang erat perelangan tangan Soo Ra, aku, Soo Ra hanya tertawa mleihat wajah Kyu yng merona dan Hee Gi yang langsung menunduk malu. Hahahahaha,,, aku dan Soo Ra tertawa riang dan akhirnya mereka berduapun ikut tertawa.

THE END

Mianhe, aku ga pandai buatnya, emosiku naik turun terus. Ini untuk ke 4 kalinya rombak isi, dan alhasil kaya gini.

 Image

Read Full Post »

Queenimie-line

let's fantasize with my line

Dha Khanzaki's Fanfiction

Spread My Imagination

Hirooka no Sekai

広岡夢の国 Hirooka Yume No Kuni

KyuNa Territory

>> KyuNaFFection <<

Ichen Aoi

My world in here

♥ 080290 ♥

Dellusional World...

2Hyun Passion

There is Always Passion in Our Love

Superjunior Fanfiction 2010

All about fanfictions with Super Junior as the main characters!

Lova Riria's Diary

A little dreams of two simple girls

What's The Story Morning

The only time I care to hear about you is, if it involves you moving to Jupiter.

[Hyo-Kyu] STORY...

ALL About HKS [Hyo-Kyu Shipper, Hyo-Kyu Story, Hyo-Kyu-Soo]

Eunveavers

Untaian kata...

misssterile

love is like a language, need to be studied to be understood

Ebby's Land

Korean Pop FanFiction

kkumfiction

Its all about our dream fiction, we create some fanfiction with your kpop idol, so please enjoy ^^

d'Lixie of HeatH

Be Careful ! It's all about my Fantasy !

Fanfiction Admirer

Imagination Makes You Rich

Shin Je Wo

Welcome To My Blog